Rabu, 16 April 2014

BEGITU MUDAHKAH?


Entah harus dari mana aku ceritakannya, semua itu membuat aku bingung. Kau datang kembali disaat semuanya telah baik-baik saja, aku tak mampu mengartikan semua ini. Mungkinkah aku terlalu bodoh? Atau mungkin aku terlalu baik untuk menerima kebodohan ini? Karena, ku tak mampu tuk mengerti maksud mu.

Begitu mudahnya kau katakan, begitu mudahnya pula kau ingkari demi kesenangan mu sesaat dan begitu mudahnya untuk diriku mampu mempercayai semua omong kosongmu itu. Tak pernahkah kau sedikitpun memikirkan perasaan ku ataupun perasaan dia jikalau dia tau semua pesan singkat darimu suatu malam itu? Aku tak ingin bermuna, kalau aku ingin kembali denganmu menjalani semuanya yang telah lama sirna dari pandangan kita seperti dulu.  Tapi, aku takut jikalau kau mampu menyakiti ku untuk kedua kalinya.

Taukah kamu? Setiap kali aku bercerita kepada mereka (pendengar setiaku), sahabatku selalu sajah mengingatkan aku tentang luka itu. Saat kau meninggalkan ku tanpa alasan, tanpa kata dan tanpa bicara.

Entah perasaan apa yang saati ini menderaku? Aku tak dapat memahaminya. Akupun tak dapat memberikan sebuah alasan. Semua itu terjadi tanpa pernah ku memintanya. Jujur ku akui, aku tak menyayangi mu sama sekali. Tapi entah kenapa setiap kali aku mengingat semua kenangan itu, mampu menghipnotis ku untuk dapat merindumu dan tanpa tersadari air mata ini terjatuh perlahan.

Mengapa kau datang disaat semuanya telah sirna? Bisakah kau menghilang dari semua pikiran ku sampai aku bosan? Aku taku mau membayangkanmu walau itu hanya sesaat. Sudah untuk aku mengenalmu menjadi seorang yang dulu pernah bersamaku menjalani kisah kasih berdua. Aku hanya ingin mengenalmu sebagai seseorang teman dan tak lebih.

Aku akan berjuang untuk bisa bangkit dan berhenti mengaharapkan yang tak mampu diharapkan lagi. Karna semua itu adalah sebuah titik semu yang tak berujung. Aku mau masa depan, tapi bukan kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar