Sebuah lirik lagu yang menyadarkan ku, bahwa itu memang benar. Dibait pertama itu yang membuat ku tersentuh.
“Tak mungkin menyalahkan waktu, tak mungkin menyalahkan keadaan. Kau
datang disaat ku membutuhkanmu, dari masalah hidupku bersamanya.”
Aku
tak mengerti, mengapa aku begitu menyayangimu? Merasa kehilangan sekali, saat sosok
hadirmu tak lagi ada beberapa hari ini. Aku sudah terbiasa dengan balasan chat
setiap menit, kata rindu, sayang maupun ucapan “selamat pagi dan malam” ketika
hendak tidur dan aku merindukan sosok suara dari balik telephone genggam kita.
Aku rindu cerita panjang hingga larut malam itu, berjam-jam sampai sering
tertidur tanpa sadar bahwa kita dalam sambungan telpon. It’s all over, now.
Yah, memang harus berakhir.
Tapi
tahukah kamu, semakin aku menyayangimu semakin aku harus melepaskanmu. Karena,
memang kita harus begini. Aku takkan menyalahkannya, yang tak mampu pula
membiarkanmu pergi begitu sajah bersama yang lain (aku). Karna aku mengerti
yang telah terjadi diantara kalian, aku tak ingin lebih jahat lagi. Dan jujur,
akupun tak bisa melepaskannya pula, karna aku juga begitu menyayanginya. Akupun
lelah, harus berpura-pura lagi dibelakangnya. Aku tau itu sakit, sakit sekali.
Maafkan aku yang membiarkan mu masuk kedalam hidupku ini. Maafkan
aku yang harus melepasmu walau ku tak ingin. Tak ingin lukai hatimu lebih dari
ini. Kita tak mungkin terus bersama. I’ll let to go until you and I
can be together in our future. Seperti yang pernah kau katakan “Kalau Allah sudah
menggariskan takdir kita berjodoh, pasti kita akan berjodoh dan sebaliknya.
Entah kapan itu akan terjadi.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar