Rabu, 16 April 2014

MelepasMu


Sebuah lirik lagu yang menyadarkan ku, bahwa itu memang benar. Dibait pertama itu yang membuat ku tersentuh.

“Tak mungkin menyalahkan waktu, tak mungkin menyalahkan keadaan. Kau datang disaat ku membutuhkanmu, dari masalah hidupku bersamanya.”

Aku tak mengerti, mengapa aku begitu menyayangimu? Merasa kehilangan sekali, saat sosok hadirmu tak lagi ada beberapa hari ini. Aku sudah terbiasa dengan balasan chat setiap menit, kata rindu, sayang maupun ucapan “selamat pagi dan malam” ketika hendak tidur dan aku merindukan sosok suara dari balik telephone genggam kita. Aku rindu cerita panjang hingga larut malam itu, berjam-jam sampai sering tertidur tanpa sadar bahwa kita dalam sambungan telpon. It’s all over, now. Yah, memang harus berakhir.

Tapi tahukah kamu, semakin aku menyayangimu semakin aku harus melepaskanmu. Karena, memang kita harus begini. Aku takkan menyalahkannya, yang tak mampu pula membiarkanmu pergi begitu sajah bersama yang lain (aku). Karna aku mengerti yang telah terjadi diantara kalian, aku tak ingin lebih jahat lagi. Dan jujur, akupun tak bisa melepaskannya pula, karna aku juga begitu menyayanginya. Akupun lelah, harus berpura-pura lagi dibelakangnya. Aku tau itu sakit, sakit sekali.

Maafkan aku yang membiarkan mu masuk kedalam hidupku ini. Maafkan aku yang harus melepasmu walau ku tak ingin. Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini. Kita tak mungkin terus bersama. I’ll let to go until you and I can be together in our future. Seperti yang pernah kau katakan Kalau Allah sudah menggariskan takdir kita berjodoh, pasti kita akan berjodoh dan sebaliknya. Entah kapan itu akan terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar