Rabu, 16 April 2014

SEANDAINYA


Andai aku bisa mengetahui ini semua dari awal, ketika bulan tak lagi menyinari sang malam dan bintang tak lagi bisa mengelilingi bulan pada porosnya. Mungkinkah semua ini takkan terjadi? Andai, aku tak melakukkan kesalahan, kesalahan yang membuat semuanya memang harus berakhir dan membuat semuanya tak bisa lagi ku sentuh.

Kini hanya setitik penyesalan yang tak dapat ku pungkiri, air mata yang tak kunjung henti tuk mewakili segala perasaan ini dan rasa rindu yang tak mampu terucap dari ujung bibir ini.

Andai semua bisa terulang, akankah aku mampu membuatnya tersenyum karna ku lagi? Atau akau akan membuatnya makin menjauh?

Sebelumnya, aku tak pernah merasakan rasa seperti ini. Ku mencintai seseorang dengan begitu rupa, hingga aku tak sedikitpun menyisakan ruang lagi bagi yang lain. Membuat aku lupa untuk bertanya, inikah yang sebenarnya cinta?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar