Berawal dari
kenalan,
Entah dari sejak kapan perasaan itu timbul dengan
sendirinya. Perasaan yang tak dapat termaknai oleh pikiranku. Perasaan yang
masih berubah-ubah dan entah sampai kapan akan berhenti. Ingin aku menelusuri
perasaan itu, namun aku lelah untuk menjadi seseorang yang peka.
Kamu,
Kamu hadir dengan begitu cepat, dengan waktu yang
begitu tak tepat. Karena aku belum sanggup mempunyai rasa baru. Namun, aku
masih belum mengerti dengan perasaan ini. Aku masih bimbang, entah aku menyukaimu
bercampur dengan perasaan sayang, atau aku hanya sekedar menyukaimu. Setiap
kali ku diam dalam renungan, kau mampu melintas didalam pikiran ku. Seketika
itu aku selalu bertanya dalam benakku, “ada apa dengan kamu dan kenapa ini?”.
Perhatian mu didalam setiap text membuat aku
selalu tersenyum saat membacanya. Dan kamu tau, hati ini selalu berirama ketika
bertemu dengan kamu. Dan didalam do’a, ku selalu meminta jawaban dari Yang Maha
Kuasa atas semua perasaan ini. Namun, Allah ternyata masih mengizinkan ku untuk
menikmati perasaan bimbang ini.. entah sampai kapan Diakan memberikan
kesempatan padaku? Mungkin sampai pada waktunya kan tiba.
Mungkin,
Hari demi hari telah ku lewati dengan segala
perasaan bimbang dan masih dalam sebuah pertanyaan. Apakah mungkin aku telah
menaruh hati kepada pria sepertimu? Pria yang belum jelas aku ketahui asal
usulnya. Pertemuan itu yang membuat ku menaruh perasaan terhadapmu, apakah
mungkin kaupun sama dengan apa yang ku rasa saat ini? Mungkinkah semua itu
terjadi yang tak seharusnya terjadi? Aku tak mengerti, sungguh tak mengerti. Akupun
takut, takut terlelap hingga dalam
dengan perasaan ini. Aku hanya berharap ini hanya sesaat. Sesaat, saat awal
kita baru kenal dan lalu akrab sampai aku menaruh rasa ini untukmu. Rasa yang
seharusnya takkan pernah terjadi J..
Tahu tidak,
Kamu itu pria sederhana yang membuat ku menarik
tentang dirimu. Kamu adalah Pria yang mungkin bisa dibilang masuk dalam kiteria
ku. Aku kagum dan semoga hanya sekedar kagum. Aku pernah berharap lebih dari mu,
ingin menjadi sahabat yang dapat mengayomi mu kapan sajah. Mendengarkan setiap
cerita mu, namun tak berharap lebih dari sekedar sahabatmu. Karna ku tahu, ku takkan
pantas menjadi kekasih hati untuk mu.
kamu tahu tidak ketika sinar mentari pagi berganti
menjadi rembulan malam? Perasaan aku ke kamu itu tetap sama selalu membuat aku
bingung. Selalu membuat aku ingin terus bertanya dalam benak ini dan ingin cepat
memiliki jawaban itu. Aku hanya takut terlelap dalam dunia khayal ku. Dunia
yang tak mampu ku gapai, apapun itu alasannya.
Akhirnya,
Dan pada akhirnya, semua perasaan gundah gulana
ini terjawab. Aku menyukai dan menyayangimu hanya sekejap setelah kau
menghilang sebulan lamanya tanpa memberiku sebuah alasan. Pertemuan itu pula
yang membuat ku sadar, bahwa kau bukan seseorang yang mampu mengambil hatiku
tanpa pernah mengembalikannya.
Maaf,
Maafkan aku yang pernah lancang menyukaimu dalam
diamku, sungguh ku tak bermaksud. Namun, aku tak pernah berharap perasaan ini
hadir dihatiku. Karna, ku mengetahui kau lebih menyukai siapa dan pastinya
bukan diriku. Terima kasih sudah mau mengenal dan menjadi teman ku yang mungkin
tak kau anggap J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar