Rabu, 16 April 2014

MAYBE, I'M FALLING IN LOVE

Berawal dari kenalan,
Entah dari sejak kapan perasaan itu timbul dengan sendirinya. Perasaan yang tak dapat termaknai oleh pikiranku. Perasaan yang masih berubah-ubah dan entah sampai kapan akan berhenti. Ingin aku menelusuri perasaan itu, namun aku lelah untuk menjadi seseorang yang peka.

Kamu,
Kamu hadir dengan begitu cepat, dengan waktu yang begitu tak tepat. Karena aku belum sanggup mempunyai rasa baru. Namun, aku masih belum mengerti dengan perasaan ini. Aku masih bimbang, entah aku menyukaimu bercampur dengan perasaan sayang, atau aku hanya sekedar menyukaimu. Setiap kali ku diam dalam renungan, kau mampu melintas didalam pikiran ku. Seketika itu aku selalu bertanya dalam benakku, “ada apa dengan kamu dan kenapa ini?”.

Perhatian mu didalam setiap text membuat aku selalu tersenyum saat membacanya. Dan kamu tau, hati ini selalu berirama ketika bertemu dengan kamu. Dan didalam do’a, ku selalu meminta jawaban dari Yang Maha Kuasa atas semua perasaan ini. Namun, Allah ternyata masih mengizinkan ku untuk menikmati perasaan bimbang ini.. entah sampai kapan Diakan memberikan kesempatan padaku? Mungkin sampai pada waktunya kan tiba.

Mungkin,
Hari demi hari telah ku lewati dengan segala perasaan bimbang dan masih dalam sebuah pertanyaan. Apakah mungkin aku telah menaruh hati kepada pria sepertimu? Pria yang belum jelas aku ketahui asal usulnya. Pertemuan itu yang membuat ku menaruh perasaan terhadapmu, apakah mungkin kaupun sama dengan apa yang ku rasa saat ini? Mungkinkah semua itu terjadi yang tak seharusnya terjadi? Aku tak mengerti, sungguh tak mengerti. Akupun takut, takut  terlelap hingga dalam dengan perasaan ini. Aku hanya berharap ini hanya sesaat. Sesaat, saat awal kita baru kenal dan lalu akrab sampai aku menaruh rasa ini untukmu. Rasa yang seharusnya takkan pernah terjadi J..

Tahu tidak,
Kamu itu pria sederhana yang membuat ku menarik tentang dirimu. Kamu adalah Pria yang mungkin bisa dibilang masuk dalam kiteria ku. Aku kagum dan semoga hanya sekedar kagum. Aku pernah berharap lebih dari mu, ingin menjadi sahabat yang dapat mengayomi mu kapan sajah. Mendengarkan setiap cerita mu, namun tak berharap lebih dari  sekedar sahabatmu. Karna ku tahu, ku takkan pantas menjadi kekasih hati untuk mu.

kamu tahu tidak ketika sinar mentari pagi berganti menjadi rembulan malam? Perasaan aku ke kamu itu tetap sama selalu membuat aku bingung. Selalu membuat aku ingin terus bertanya dalam benak ini dan ingin cepat memiliki jawaban itu. Aku hanya takut terlelap dalam dunia khayal ku. Dunia yang tak mampu ku gapai, apapun itu alasannya.

Akhirnya,
Dan pada akhirnya, semua perasaan gundah gulana ini terjawab. Aku menyukai dan menyayangimu hanya sekejap setelah kau menghilang sebulan lamanya tanpa memberiku sebuah alasan. Pertemuan itu pula yang membuat ku sadar, bahwa kau bukan seseorang yang mampu mengambil hatiku tanpa pernah mengembalikannya.

Maaf,
Maafkan aku yang pernah lancang menyukaimu dalam diamku, sungguh ku tak bermaksud. Namun, aku tak pernah berharap perasaan ini hadir dihatiku. Karna, ku mengetahui kau lebih menyukai siapa dan pastinya bukan diriku. Terima kasih sudah mau mengenal dan menjadi teman ku yang mungkin tak kau anggap J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar