Jika
kepergiaanmu adalah membawa luka, tolong jangan kau tinggalkan luka itu dengan
bayangan semu mu. Aku yang menyayangimu, bahwa ku tahu seharusnya masih ada
orang lain yang lebih pantas untuk aku sayangi. Hadirmu yang membuat hari-hari
ku terhias oleh warna senyum, canda tawamu.
Aku memang tak
pantas menuntut mu lebih, walau sesungguhnya ada dan ingin sekali ku katakan.
Aku sadar, aku bukan siapa-siapamu dan kaupun begitu sebaliknya. Sadarkah kau,
ketika ku menatap kedua bola matamu ada tangis yang terpendam dihati ini.
Semua terasa
indah untuk aku lupakan dan terasa pahit ketika aku harus mengenangnya. Aku tak
mengerti apa yang kau rasakan, akupun tak bisa memahaminya. Salahku adalah, merespon
semua hal indah canda itu.
Aku yang telah
lelah dengan semua kebohongan yang selama ini kau berikan tanpa pernah kau fikirkan,
semua itu akan sakit pada akhirnya. Aku yang terlalu bodoh, mengartikan setiap
kata kebohongan yang kau lontarkan dari mulut mu seakan semua itu nyata.
Hanya malam yang
dapat menemani ku dengan sejuta tetesan air mata yang terjatuh. Angan-angan
yang seakan rindu akan hadirmu yang dulu, hingga terbenak semua hal indah yang
pernah kita lalui berdua.
Masikah aku ada
dibenakmu? Masikah aku terlihat special dihatimu? Dan masikah rasa itu sama
seperti dulu yang kau rasakan? Semua telah hilang, berasama mimpi kita.
Aku sadar,
memang semuanya telah berlalu tapi aku tak pernah tahu berlalu jugakah rasa ini
dengan seiring berjalannya waktu? Kamu yang cuek dengan ku saat ini,
menyadarkan ku bahwa kamu takkan pernah memilihku dalam diam, takkan pernah ada
aku dalam setiap do’a mu dan takkan pernah aku ada difikiran mu lagi.
Sesungguhnya,
aku tak pernah meminta semua ini akan berakhir dan tak pernah memintamu untuk
kembali bersama luka itu. Tapi ketahuilah, aku menyayangimu dalam diam,
merindukanmu dalam tangisku dan biarkanlah rasa ini aku yang simpan, sendiri
tanpa pernah engkau mau memahaminya.
Biarkanlah aku yang
pergi bersama cinta dengan luka yang tak seharusnya kau ketahui. Biarkan
semuanya hilang perlahan bersama angan-angan yang semu.
Terhitung dari
hari ini, aku berhenti berharap, menunggu dan mengusikmu. Terhitung dari hari
ini, aku memulai mencintaimu dalam diam, merindukanmu dalam sepi dan bertahan
dengan rasa ini, tanpa kau mengetahuinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar